Minggu, 17 Oktober 2010

Bab 4 MANAJEMEN UMUM


NAMA : RIO ENDRY FEBRIAN
NPM : 26210004
KELAS : 1EB20
PENGERTIAN MANAJEMEN

§  Arti dan Fungsi Manajemen
Definisi tentang manajemen yang dikemukakan oleh para ahli seperti Fayol, Terry, Taylor adalah berbeda-beda. Perbedaan yang ada hanyalah terletak pada latar belakang keahlian masing-masing.
Berikut ini dikemukakan definisi tentang manajemen yang diberikan oleh Profesor Oei Liang Lee.
Manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dari definisi tentang manajemen tersebut ,dapatlah diambil kesimpulan bahwa manajemen mempunyai lima fungsi ,yaitu:
1.      Perencanaan.
2.      Pengorganisasian.
3.      Pengarahan.
4.      Pengkoordinasian.
5.      Pengawasan.
Setiap kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sebuah lembaga tentu mempunyai tujuan dan untuk mencapai tujuan tersebut perlulah dibuat perencanaan terlebih dahulu. Secara garis besar ,perencanaan ini menggambarkan tentang:
a.       Apa
b.      Bagaimana
c.       Mengapa
d.      Kapan akan dilakukan.
Setelah perencanaan disusun, baru ditetapkan siapa yang akan melakukan, bagaimana pembagian kerjanya, bagaimana wewenang, tanggung jawab serta pertanggung-jawaban masing-masing kegiatan. Mereka (pelaksana Organisasi) terdiri atas orang-orang yang mempunyai berbagai macam keinginan, kebutuhan serta pola berfikir yang berbeda-beda.
Jadi untuk mencapai tujuan harus ada kegiatan, dalam mana kegiatan-kegiatan yang sama disatukan di dalam suatu wadah yang disebut fungsi. Sebuah rencana yang sudah ditetapkan sekarang dimaksudkan untuk dilaksanakan pada waktu-waktu mendatang. Yntuk menghilangkan atau menjaga penyimpangan yang terjadi tidak terlampau jauh dari rencananya, maka perlulah diadakan pengawasan/pengendalian.
Dalam jangka panjang, mekanisme kerja dari fungsi-fungsi manajemen ini berjalan secara kronologis seperti uraian di muka; sedangkan dalam jangka pendek akan berjalan secara bersama-sama. Setelah fungsi terakhir (pengawasan) selesai dilakukan, maka kegiatan berikutnya dilakukan dengan mangadakan perencanaan lagi.

§  Jenjang Manajemen
Perusahaan-perusahaan besar biasanya mempunyai paling sedikit tiga jenjang manajemen yaitu : (1) Manajemen puncak atau manajemen eksekutif, (2) Manajemen madya atau manajemen administrasif, dan (3) Manajemen operasional atau manajemen supervisori.
a.      Manajemen Puncak
Jenjang tertinggi adalah manajemen puncak, sering disebut manajer senior atau eksekutif kunci, mempunyai berbagai pengalaman bertahun-tahun.

b.      Manajemen Madya
Para manajer ini mempunyai tanggung jawab dalam penyusunan rencana operasi yang melaksanakan rencana-rencana umum dari manajer puncak.

c.       Manajemen Opersional
Manajemen opersional ini merupakan jenjang terendah. Tugasnya menyangkut pelaksanaan perencanaan yang dibuat oleh para manejer madya.



LATAR BELAKANG SEJARAH MANAJEMEN
            Sekarang kita lihat latar belakang sejarah manajemen yang perkembangannya berawal dari Eropa meskipun secra rill manajemen itu sudah ada sebelumnya di Eropa maupun di benua-benua lain.

§  Gerakan Manajemen Ilmiah
Perusahaan yang ingin maju selalu berusaha mendapatkan cara-cara yang efisien untuk mengelola produktivitas dan pada saat yang sama menurunkan biaya produksi. Sekitar 1885, Fredick W, Taylor (1856-1915) merupakan salah seorang yang pertama kali mempelajari metode kerja.
Beberapa tahun sebelum Taylor, Henry Fayol (1841-1945) telah menjadi manajer pada sebuah pertambangan batu bara di Perancis. Fayol telah memutuskan bahwa manajemen itu melibatkan perncanaan, pengorganisasian, pemberian perintah pengkoordinasian, dan pengendalian.
Taylor dikenal sebagai bapak dari gerakan manajemen ilmiah. Taylor mengemukakan beberapa prinsip manajemen ilmiah untuk melakukan pekerjaan dengan efisien. Prinsip-prinsip tersebut adalah:

Prinsip 1 : Semua pekerjaan dapat diobsevasidan dianalisis guna menentukan satu cara terbaik                          untuk menyelesaikannya.
Prinsip 2  : Orang yang tepat untuk mamangku jabatan dapat dipilih dan dilatih secara ilmiah.
Prinsip 3 : Kita dapat menjamin bahwa cara terbaik tersebut diikuti dengan manggaji pemegang     
                  Jabatan dengan dasar intensif, yaitu menyamakan gaji dengan hasil kerjanya.
Prinsip 4 : Menempatkan manajer dalam perencanaan, persiapan dan pemeriksaan pekerjaan.


SEKOLAH-SEKOLAH TENTANG PEMIKIRAN MANAJEMEN

            Teori-teori seperti itu pada pokoknya berasal dari para manajer dan pengajar yang menemukan lebih banyak tentang apa yang perlu diajarkan kepada calon-calon manajer. Dari beberapa sekolah tentang pemikiran manajemen yang muncul, kita akan membahas lima. Yaitu : (1) sekolah klasik. (2) sekolah perilaku, (3) sekolah ilmu manajemen, (4) analisis sistem, dan (5) manajemen berdasarkan hasil.

§  Sekolah Klsik (Classical School)
Sekolah klasik berawal dengan adanya formasi perusahaan-perusahaan besar. Teori klasik mendefinisikan manajemen menurut tugas yang dilakukan oleh para manajer.sekolah klasik telah memberikan saran tentang fungsi-fungsi manajemen rimer.

§  Sekolah Perilaku (Behavioral School)
Sekolah perilaku yang juga disebut leadership, human relations atau behavioral sciences school of management, telah menjadi populer dalam tahun 1950-an. Sekolah ini memutuskan perhatian pada aspek kemanusiaan dari manajemen dan menekankan kebutuhan bagi para manajer untuk memahami manusia.
                                      
§  Sekolah Ilmu Manajemen (Management Science School)
Sekolah ilmu manajemen ini melibatkan matematik dan statistik. Model-model matematis digunakan untuk menyelesaikan maslah-masalah operasional perencanaan dan pengendalian.

§  Analisis Sistem
Analisis sistem menawarkan suatu alat untuk melihat kegiatan intern dan ekstern dari perusahaan . Analisis sistem ini berkaitan dengan masalah-masalah yang melibatkan semua komponen secara bersama-sama.
Sistem adalah suatu unit yang dibentuk dari dua atau lebih bagian-bagian independen yang berintaraksi ntuk membentuk sebuah organisme fungsi. Analisis sistem merupakan metode yang digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah bisnis dengan mengindentifikasi bagian-bagian utama dari suatu masalah dan hubungan mereka.
§  Manajemen Hasil
Manajemen hasil atau manajemen berdasarkan sasaran (management by objectives/MBO) telah semaki populer. MBO adalah suatu program untuk meningkatkan motivasi dan pengendalian karyawan.

PERENCANAAN
Perencanaan merupakan fungsi terpenting di antara semua fungsi  merupakan fungsi-fungsi manajemen yang ada. Perencanaan ini merupakan pedoman yang harus dipakai untuk mengarahkan tujuan ke mana kapal tersebut akan dibawa berlayar.         

§  Bentuk-bentuk Perencanaan
Dengan mendasarkan diri kepada pengertian ini, maka perencanaan memiliki bentuk-bentuk sabagai berikut :

a.      Tujuan (Objective)
Tujuan merupakan suatu sasaran di mana kegiatan itu di arahkan dan di usahakan untuk sedapat mungkin dicapai dalam jangka waktu tertentu.
b.      Kebijakan (Policy)
Kebijakan adalah suatu pernyataan atau pengertian untuk menyalurkan pikiran dalam mengambil keputusan terhadap tindakan-tindakan untuk mecapai tujuan.
c.       Strategi
Strategi merupakan tindakan penyesuaian dari rencana yang telah dibuat.
d.      Prosedur
Prosedur merupakan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk waktu mendatang.
e.       Aturan (Rule)
Aturan adalah suatu tindkan yang spesifik dan merupakan bagian dari prosedur.
f.        Program
Program merupaka campuran antara kebijakan prosedur . aturan dan pemberian tugas yang disertai dengan suaru anggaran (budget).

§  Kegunaan Perencanaan

a.      Mengurangi Ketidakpastian serta Perubahan pada Waktu Mendatang
b.      Mengarahkan Perhatian pada Tujuan
c.       Memperingan Biaya
d.      Merupakan Sarana unuk Mangadakan Pengawasan

§  Langakah-langkah Penyusunan Perencanaan

a.      Menetapkan tujuan
b.      Menyusun Anggapan-anggapan (Premising)
c.       Menentukan Berbagai Alternatif Tindakan
d.      Mengadakan Penilaian terhadap Alternatif-alternatif Tindakan yang Sudah Dipilih
e.       Mangambil Keputusan
f.        Menyusun Rencana Pendukung

§  Perencanaan Merupakan proses Pendekatan yang Rasional
Dengan berbagai macam langkah yang telah dilakukan untuk menyusun suatu perencanaan, dapatlah dikatakan bahwa perencanaan merupakan suatu proses pendekatan yang rasional untuk waktu yang akan datang.
§  Jangka Waktu Perencanaan
Menurut jangka waktunya, perencanaan dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan, yakni:
a.       Perencanaan jangka panjang
b.      Perencanaan jangka menengah
c.       Perencanaan jangka pendek.

§  Faktor-faktor yang Membatasi Perencanaan
Adanya kelemahan ini disebabkan oleh beberapa faktor yang mempunyai sifat membatasi perencanaan. Faktor-faktor tersebut ialah :
a.      Sulitnya Mencari Anggapan Secara teliti
b.      Perubahan yang Sangat Cepat
c.       Kekakuan Internal
d.      Kekakuan Eksternal
e.       Waktu dan Biaya


§  Pengambilan Keputusan

a.      Syarat Pengambilan Keputusan
Untuk bertindak ataupun mengambil keputusan secara rasional tersebut membutuhkan beberapa syarat, antara lain :
·         Harus berusaha untuk dapat mencapai suatu tujuan yang tidak terpenuhi tanpa melalui tindakan yang positif.
·         Harus dapat mengetahui dengan jelas tentang tujuan-tujuan manakah yang dapat dicapai beserta segala kekurangannya.
·         Harus mempunyai kemampuan untuk mengadakan analisis dan penilaian berbagai alternatif sesuai dengan ketentuan tuntutan-tuntutan untuk mencapai tujuan.
·         Harus bersikap optimis dan mempunyai kemauan yang kuat untuk memilih alternatif yang paling baik.

b.      Alat Pengambilan Keputusan
Untuk mengambil keputusan yang rasional perlu digunakan alat-alat seperti : (1) operation research, (2) teori probabilitas, dan (3) Linear programming.
Selain tiga macam alat pengambilan keputusan di atas, masih terdapat teknik yang dipakai untuk memperbaiki kualitas pengambilan keputusan pada keadaan yang sifatnya tidak pasti, tetapi masih berada di dalam batas-batas kewajaran Alat-alat tersebut adalah :

·         Analisis Risiko
·         Pohon Keputusan (Decision Tree)



PENGORGANISASIAN

§  Pengertian
Fungsi pengorganisasian dapat dikatakan sebagai proses menciptakan hubungan antara berbagai fungsi, personalia dan faktor-faktor fisik agar semua pekerjaan yang dilakukan dapat bermanfaat serta terarah pada suatu tujuan.
Hubungan-hubungan yang timbul di dalam organisasi dapat ntangan berbentuk : Hubungan informal dan hubungan formal.
a.      Hubungan Informal
Hubungan informal ini lebih banyak menyangkut hubungan manusiawi.
b.      Hubungan Formal
Hubungan formal merupakan bentuk hubungan yang dilakukan dengan sengaja.

§  Pola Hubungan antar Komponen Organisasi
Hubungan antar komponen-komponen organisasi .


§  Rentangan Kekuasaan
Munculnya rentangan kekuasaan ini disebut oleh adanya keterbatasan pada kemampuan seseorang. Frekuensi hubungan antara pimpinan dengan bawahan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain :
a.      Latihan dari Bawahan
b.      Pendelegasian Wewenang
c.       Perencanaan
d.      Teknik Komunikasi


§  Dasar-dasar Penggolongan Bagian Di Dalam Organisasi
Terbatasnya kemampuan seseorang akan membatasi pula jumlah bawahan atau bagian-bagian yang dipimpinnya.
Pengelompokan menjadi bagian-bagian di dalam sebuah organisasi dapat didasarkan pada beberapa faktor berikut ini :

a.      Didasarkan pada Suatu Angka
b.      Didasarkan pada Waktu
c.       Didasarkan pada Fungsi Perusahaan
d.      Didasarkan pada Luas Daerah Operasi
e.       Didasarkan pada Jenis Barang yang Dihasilkan
f.        Didasarkan pada Jenis Langganan



§  Karakteristik Struktur Organisasi
Bentuk-bentuk struktur organisasi seperti garis, garis dan staf, fungsi serta komite mempunyai ciri-citi yang berbeda. Namun demikian setiap bentuk struktur organisasi yang baik harus memiliki dua karakteristik dasar, yaitu :

a.      Keseimbangan dalam Organisasi
b.      Fleksibel



PENGARAHAN

§  Prinsip-prinsip Pengarahan
Pengarahan merupakan aspek hubungan manusiawi dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan untuk bersedia mengerti dan menyumangkan tenaganya secara efektif serta efisien untuk mencapai tujuan.
Pengarahan yang dilakukan oleh pimpinan harud berpegang pada beberapa prinsip, yaitu :

a.      Prinsip mengarah Kepada Tujuan
b.      Prinsip kehormatan Dengan Tujuan
c.       Prinsip Kesatuan Komando


§  Cara-cara Pengarahan
Adapun cara-cara pengarahan yang dilakukan dapat berupa.

a.      Orientasi
b.      Perintah
c.       Delegasi Wewenang


§  Komunikasi

a.       Di dalam komunkasi terdapat hubungan antara orang dengan orang, orang dengan lembaga dan sebaliknya.
b.      Hubungan yamg timbul di dalam komunikasi itu digunakan untuk  menyalurkan gagasan ,pendapat atau informasi.
c.       Komunikasi berguna untuk menciptakan akan hubungan yang serasi dan menciptakan saling pengertian.
d.      Untuk mengadakan komunikasi , dapat digunakan kata-kata ,surat, kode atau simbol. Komunikasi dapat lebih efektif dan efisien. Untuk maksud-maksud tersebut perlu memperhatikan prinsip berikut :

1)      Komunikasi Harus Jelas
2)      Prinsip Penggunaan Organisasi Informal


§  Motivasi
Motivasi mempunyai dua macam bentuk , yaitu motivasi positif dan motivasi negatif.
a.      Motivasi Positif
b.      Motivasi Negatif


PENGKOORDINASIAN

            Koordinasi yang baik akan dilakukan jika masing-masing individu menyadari dan memahami akan tugas-tugas mereka. Mereka yang harus mengetahui bahwa sebenarnya tgas mereka sangat membantu pada usaha-usaha untuk menapai tujuan organisasi.

§  Prinsip-prinsip Koordinasi
Dalam mengadakan koordinasi diperlukan suatu pegangan yang berupa prinsip-prisip. Koordinasi antar bagian dan antar individu di dalam organisasi akan dapat tercapai bilamana diikuti dengan tiga prinsip berikut :
a.      Prinsip Kontak Langsung
b.      Prinsip penekanan pada Pentingnya Koordinasi
c.       Hubungan Timbal Balik di antara Faktor-faktor  yang Ada


§  Pelaksanaan Fungsi Koordinasi
Fungsi-fungsi perencanaan, pengorganisasian dan pengarahan harus didukung oleh fungsi pengkoordinasian dan pengawasan agar tujuan organisasi dapat tercapai . untuk melaksanakan fungsi koordinasi , manajer dapat menempuh dua cara, yaitu :
a.      Menjamin bahwa kondisi lingkungan dapat membantu untuk memberikan fasilitas.
b.      Memastikan apakah masing-masing individu sudah mengetahui prinsip-prinsip koordinasi.



PENGAWASAN

§  Pengertian
Pengawasan merupakan fungsi terakhir yang harus dilaksanakan dalam manajemen . Dengan manajemen dapat diketahui tentang hasil yang telah dicapai.

§  Langkah-langkah Pengawasan
Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengadakan pengawasan adalah :
a.      Menciptakan Standard
b.      Membandingkan Kegiatan yang Dilakukan dengan Standard
c.       Melakukan Tindakan Koreksi


§  Syarat-syarat Pengawasan yang baik
Untuk menjalankan pengawasan dengan baik, diperlukan beberapa syarat yakni :

a.      Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan (aktivitas).
b.      Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi dengan segera.
c.       Pengawasan harus mempunyai pandangan ke depan.
d.      Pengawasan harus obyektif, teliti dan sesuai dengan standard yang digunakan.
e.       Pengawasan harus luwes/fleksibel.
f.        Pengawasan harus sesuai dengan pola organisasi.
g.      Pengawasan harus ekonomis.
h.      Pengawasan harus mudah dimengerti.
i.        Pengawasan harus diikuti dengan perbaikan/koreksi.

Kamis, 14 Oktober 2010

LINGKUNGAN PERUSAHAAN


NAMA : RIO ENDRY FEBRIAN
KELAS 1 EB 20
NPM : 26210004
TUGAS PENGANTAR BISNIS BAB 2


PENGARUH LINGKUNGAN TERHADAP PERUSAHAAN
            Kondisi bisnis banyak berpengaruh pada kehidupan kita. Oleh karena itu perusahaan – perusahaan mempunyai beberapa tanggung jawab pada kehidupan dan kesejahteraan manusia.
            Istilah tanggung jawab social menunjukkan pertimbangan manajemen tentang pengaruh – pengaruh social di samping juga pengaruh ekonomi dari keputusan – keputusannya. Tanggung jawab social tersebut mencakup hal – hal seperti bidang kesehatan, informasi konsumen, praktek tanpa diskriminasi, dan pemeliharaan lingkungan fisik.
Pengertian Lingkungan Perusahaan
            Lingkungan perusahaan dapat diartikan sebagai keseluruhan dari faktor – faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya. Faktor – faktor yang mempengaruhi perusahaan tersebut adalah luas dan banyak ragamnya. Perusahaan sangat bergantung pada masyarakat untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan. Perusahaan juga harus menjaga hubungan baik dengan kelompok atau pihak – pihak yang berkepentingan. Pluralism mencerminkan usaha manusia untuk mempertemukan kebutuha dankepentingan dari berbagai organisasi.
Kesan Negatif tentang perusahaan
            Banyak masalah yang menciptakan kesan negative tentang perusahaan, antara lain penyelewengan pajak, penyelundupan barang, penyogokan kepada pejabat pemerintah.
            Kritik terhadap perusahaan tidak hantya terbatas pada pertimbangan ekonomi, moral, etik, dan politik saja; tetapi juga menyangkut lingkungan fisik.
Usaha – usaha untuk Memperbaiki Kesan Negatif
            Perusahaan harus tidak menciptakan masalah – masalah yang negative serta perlu melaksanakan kegiatan hubungan masyarakat (humas) yang efektif.
LINGKUNGAN FISIK, ENERGI, DAN KONSERVASI
            Di beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta dan Surabaya sudah dirasakan semakin besarnya polusi udara dan air; bahkan di beberapa bagian kota Yogyakarta yang tidak begitu besar juga dirasakan  adanya pencemaran air tanah karena kondisi pemukiman yang berjubel serta pembuangan limbah yang terlalu dekat dengan sumber air.
            Kasus ledakan pusat listrik tenaga nuklir di Chernobyl Uni Soviet dan kasus kebocoran pabrik pestisida Union Carbide di Bhopal India merupakan contih pencemaran udara yang cukup hebat dengan banyak karbon. Dampaknya dapat dirasakan dalam jangka waktu lama karena munculnya penyakit – penyakit yang diakibatkan oleh pencemaran tersebut.
·         EKOLOGI
Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan lingkungannya. Kualitas lingkungan kita sudah semakin menurun. Hal ini terutama disebabkan oleh kombinasi dari tiga faktor :
1.      Semakin meningkatnya konsentrasi penduduk
2.      Perkembangan teknologi baru
3.      Semakin meningkatnya kemakmuran ekonomi.
Tujuan – tujuan ekologis memeang sangat penting. Tetapi, persoalan riilnya adalah menyangkut apakah kita dapat mengkoordinir tujuan – tijuan tersebut dengan tujuan social dan tujuan ekonomi lainnya. Sampai saat ini belum ada consensus tentanf masalah tesebut.
·         Macam – macam Polusi
Polusi merupakan pengrusakan lingkungan alam di mana kita hidup dan bekerja. Masing – masing jenis polusi berikut ini menjadi ancaman bagi lingkungan yang sehat.
o   Pencemaran Udara
Dalam tahun 1983 di Amerika serikat terdapat 200 juta ton sampah udara dilepas secara bebas. Lebh dari 50% polusi tersebut berasal dari mesin kendaraan bermotor, 22% berasal dari pusat – pusat tenaga listrik, dan kira – kira 15% berasal dari pabrik – pabrik pengolahan. Polusi Udara ini menimbulkan dampak negative yang biasanya dikaitkan dengan penyakit jantung dan pernapasan.
o   Pencemaran Air
Cukup banyak kasus pencemaran air di Indonesia yang berasal dari berbagai macam sumber, seperti lingkungan industry, permukiman, dan lingkungan pertanian. Jarak antara sumber air tanah dengan tangki peresapan saling berdekatan sehingga bakteri – bakteri dalam tangki peresapan dapat merembes masuk ke sumber air.
o   Pencemaran Sampah Awet
Di dunia ini hanya ada tiga macam tempat pembuangan sampah, yaitu bumi, air, dan angkasa. Di daerah perkotaan yang semakin padat penduduknya akan semakin sulit manajemen pembuangan sampahnya. Jka sampah dibakar, pencemaran udara yang timbul sangat mengganggu lingkungan. Sering sakpah awet, seperti kaleng bekas, notol, karet dan plastic, sulit mendapatkan pembuangan; ditanampun tidak lekas larut dalam tanah. Dalam perekonomian kita proses pengolahan kembali ini sangat penting, disamping dapat menciptakan lapangan kerja juga dapat menghemat energy, memberikan sumber bahan baku pelengkap bagi produksi, dan membantu mengatasi persoalan sampah.
·         Energi dan Konservasi
Di Indonesia sumber energy minyak bumi sudah lama digunakan di samping batu bara dan air. Akhir – akhir ini sudah mulai dikembangkan penggunaan sumber energy matahari serta kemungkinan penggunaan tenaga nuklir. Energy matahari dapat memberikan prospek penggunaan yang baik di masa depan mengingat bahaya yang hamper tidak ada, biayanya murah dan bebas polusi.
LINGKUNGAN PERWEKONOMIAN DAN PERPAJAKAN
·         Alasan – alasan bagi meningkatnya pengeluaran pemerintah
Pemerintah membiayai pengeluarannya dari hasi pemungutan pajak. Alasan – alasan bagi pemerintah untuk menaikkan pajak adalah untuk membiayai pengeluaran yang semakn meningkat. Di kota – kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan sebagainya telah mengalami proses urbanisasi pesat. Alasan yang mendorong mereka melakukan urbanisasi adalah keinginan memperoleh pendidikan yang lebih tinggi. Kehidupan kota seperti ini menyebabkan timbulnya masalah – masalah baru. Adanya pertambahan penduduk dapat mengakibatkan pengeluaran pemerintah lebih besar. Pemerintah perlu menyediakan kebutuhan pokok mereka dengan usaha – usaha  penigkatan produksi dalam negeri dan pengadaan impor dan luar negeri.
·         Penerimaan dan Pengeluaran Pemerintah
Apabila pengeluaran pemerintah lebih besar dari penghasilannya, maka akan terjadi defisit. Untuk menutup defisit ini dapatlah dilakukan dengan cara melakukan peminjaman kepada bank – bank. Jumlah uang yang dipinjam dengan cara ini disebut Utang Negara.
      Ada beberapa macam pajak yang dikenakan oleh pemerintah, antara lain :
a)      Pajak Tidak Langsung
Pajak tidak langsung dapat dikenakan atas barang – barang seperti rokok, tembakau, minuman keras dan sebagainya, yang dibayar oleh importer, produsen dan pedagang besar.
b)      Pajak Langsung
Pajak kekayaan adalah termasuk pajak langsung karena langsung dikenakan atau dipungut pada pembayaran pajak.
            Secara keseluruhan penerimaan pemerintah dapat diperoleh dari:
Penerimaan dalam negeri, Penerimaan pembangunan, Pengeluaran rutin, pengeluaran pembangunan.
LINGKUNGAN HUKUM
            Kebiasaan – kebiasaan, tradisi, peraturan – peraturan, konstitusi dan keputusan – keputusan suatu lembaga merupakan sumberdaya dari sistem hokum yang berlaku. Hokum yang ada di Indonesia dapat dikelompokkan ke dalam : 1. Hukum Publik dan 2. Hukum Privat
·         Hukum Publik
Hukum publik ini mengatur masalah – masalah yang menyangkut kepentingan dan keamanan umum,
·         Hukum Privat
Hukum privat merupakan hokum yang mengatur tentang hal – hal yang berhubungan dengan kepentingan seseorang dan kelompok – kelompok dalam masyarakat.
LINGKUNGAN PEMERINTAH
            Pemerintah telah banyak membantu kegiatn usaha dalam berbagai bentuk, antara lain perlindungan terhadap kekayaan dan hak paten, serta pengadaan kontrak – kontrak. Disini terdapat suatu dorongan yang membantu secara langsung pada masing – masing sector dalam perekonomian. Di Negara seperti Amerika, Pemerintah telah memberikan kebebasan yan luas dalam bidang usaha.
·         Perhatian Pemerintah terhadap Kegiatan Usaha
Pemerintah telah memberikan bantuan dalam kehidupan perusahaan terutama berupa perlindungan atas kekayaan, pengadaan kontrak dan pemberian paten. Keuntungan – keuntungan ekonomi juga merupakan alasan bagi pemerintah untuk memberikan bantuan, disamping alasan keamanan dan alasan lain. Pemerintah juga membantu perusahaan – perusahaan kecil atau lemah karena merupakan unit usaha yang penting untuk menampung tenaga kerja dan dapat memberikan harga yang lebih rendah. Bantuan semacam ini disebut dengan subsidi.
a.      Bantuan di bidang transportasi
Hampir di setiap sector pengangkutan, pemerintah banyak memegang peranan.
b.      Bantuan pada perusahaan – perusahaan kecil
Bantuan kepada perusahaan – perusahaan kecil dapat digolongkan ke dalam tiga golongan :
a.       Bantuan financial;
b.      Bantuan pemberian kontak ; serta
c.       Bantuan teknik dan manajemen.

c.       Bantuan di Bidang Komunikasi
Bidang komunikasi ini juga didukung dengan usaha – usaha pengembangan ruang angkasa seperti penggunaan satelit. Usaha – usaha semacam ini sangat mendorong majunya ysaha di bidang komunikasi.
LINGKUNGAN INTERNASIONAL
            Lingkungan Internasional merupakn suatu konsep keseluruhan yang luas meliputi kegiatan dan masalah perekonomian dunia. Keadaan perekonomian nasional menjadi saling terpengaruh dan saling tergantung pada masalah internasional.
·         Neraca Pembayaran Internasional
Keadaan perekonomian internasional beberapa Negara ditunjukkan dalam neraca pembayarannya. Meraca pembayaran ini menggambarkan transaksi –transaksi internasional.
·         Perusahaaan – perusahaan Multinasional ( Multinational Corporation)
Perusahaan – perusahaan Multinasional kebanyakan berasal dari Negara – Negara Eropa, Amerika dan Jepang. PAsar yang dikuasainya meliputi Negara selain negaranya sendiri.
·         Kegiatan – kegiatan Multinational
Perusahaan – perusahaan Multinational bertujuan memasarkan barang dan hasil produksinya tidak hanya ke satu Negara saja, tetapi juga ke Negara – Negara lain. Masuknya perusahaan – perusahaan multinasional ke Indonesia ini didasarkan pada Undang – undang Nomor 1 Tahun 1967 yang kemudian disempurnakan dengan undang – undang Nomor 1 tahun 1970 tentang Penanaman Modal Asing (PMA).
·         Ciri – Ciri Perusahaan Multinasional
PBB dalam laporan tahunan 1973 mendefinisikan perusahaan multinasional sebagai suatu perusahaan yang kegiatan pokoknya meliputi usaha –usaha pengolahan/manufaktur atau pemberian jasa dalam sedikitnya dua Negara.
·         Kebaikan dan Keburukan Perusahaan Multinasional
Berikut ini diuraikan kebaikan – kebaikan dan keburukan didirikannya Multinasional bagi Negara pengundang, terutama Negara sedang berkembang.
Kebaikan :
a.       Menambah devisa Negara
b.      Mengurangi kebutuhan devisa
c.       Menambah pendapatan Negara
d.      Menambah kesemppatan kerja
      Keburukan :
a.       Dapat mempengaruhi kekeuasaan ekonomi Negara
b.      Keuntungan yang diaihkan
c.       Kebutuhan barang baku
d.      Merusak politik dan ekonomi Negara
·         Lembaga – lembaga yang membantu perdagangan Internasional
Kegiatan mereka lebih memudahkan pelaksanaan ekspor atau impor tersebut. Perantara ini disebut middlemen, dibedakan ke dalam empat golongan.
a.       Export dan Import Comission House
b.      Merchant Exporters and Importers
c.       Manufacturer’s  Export Agents
d.      Export and Import Brokers
·         Perkembangan Impor dan Ekspor Indonesia
Setiap tahun sejak 1969 keadaan rkspor Indonesia secara keseluruhan mengalami perkembangan yang positif dalam nilai dollar. Tetapi mulai periode 1981/1982 keadaan ekspor ini mulai mengalami fluktuasi.